Pencari Wasilah

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَٱبۡتَغُوٓاْ إِلَيۡهِ ٱلۡوَسِيلَةَ وَجَـٰهِدُواْ فِى سَبِيلِهِۦ لَعَلَّڪُمۡ تُفۡلِحُونَ (٣٥)

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS. Al-Maa idah: 35)

 

Taqwa adalah menjauhi keharaman dan larangan-larangan Allah SWT secara mutlak, dengan di sertai rasa takut terhadap siksa-Nya. Rasa takut kepada zat Yang Maha Tinggi inilah yang sesuai untuk manusia. Sedangkan manusia itu rendah, maka rasa takut kepada manusia adalah bagi orang-orang yang jiwanya rendah.

 

Wasilah adalah sesuatu yang di jadikan sebagai perantara untuk mendapatkan apa yang di tuju. Jika Allah telah menjadi tujuan hidup manusia, maka segala upaya manusia di kerahkan untuk mencari jalan untuk menuju kepada-Nya. Dirinya akan sibuk menjadikan segala yang di lakukan nya sebagai wasilah, dan akan merasa hanya membuang waktu saja jika apa yang di lakukan tidak menjadi wasilah tersebut.

 

Kakinya yang di gunakan untuk melangkah ke tempat kerja, atau ke sekolah dan kampus untuk belajar, bahkan ketika harus melangkah ke pasar untuk berbelanja, tidak akan di sia-sia kan selain untuk menjadikan wasilah bagi dirinya untuk semakin dekat kepada Allah SWT. Memanfaatkan setiap langkahnya dengan ber-tasbih dan setiap detik waktunya dengan berdzikir.

 

Jika ketaqwaan telah menyertai setiap tarikan nafasnya dan kesibukan mencari wasilah telah memenuhi daily planner-nya, maka ber-jihad di jalan Allah bukanlah hal yang berat untuk di laksanakan. Sebab dirinya telah memahami, bahwa inilah jalan satu-satunya untuk mendapatkan keuntungan yang haq.

 

 

#TadabburJum’at

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *